Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah riwayat penyakit seksual bisa berdampak tidak bisa hamil ?


Penyakit menular seksual yang pernah anda alami tidak akan menyebabkan masalah jika segera ditemukan dan diterapi dengan baik. Namun demikian, chlamydia dan gonorea (rajasinga) dapat memiliki dampak jangka panjang jika tidak diterapi, khususnya pada wanita. Penyakit seksual yang tidak diterapi juga bisa ditularkan kepada bayi. Chlamydia merupakan penyakit menular seksual yang paling banyak ditemukan di Inggris. Walaupun dapat diobati, masih banyak orang yang tidak sadar atas resiko yang ditimbulkannya. Sampai 70 persen infeksi chlamydia pada wanita tidak memiliki gejala yang jelas, sehingga sejumlah besar kasus tidak terdiagnosis. Resiko akibat chlamydia yang tidak diobati adalah penyakit radang panggul, yang sering menyebabkan ketidak suburan (infertilitas) pada wanita. Pada banyak penelitian, terdapat hubungan yang jelas antara infeksi chlamydia dan infertilitas pada tuba Fallopi, karena infeksi ini menyebabkan terbentuknya perekatan dan jaringan parut pada tuba Fallopi, yang menyebabkan sumbatan di dalam saluran tersebut dan meningkatkan risiko komplikasi seperti kehamilan ektopik.

Pada sebuah penelitian di Finlandia, antibodi chlamydia ditemukan pada semen 51% pria yang tidak subur dibandingkan 23% pada pria subur, dan penelitian ini menyimpulkan bahwa chlamydia bisa mempengaruhi kesuburan pria seperti halnya wanita.

Penyakit menular seksual klasik, seperti sifilis dan gonorea, biasanya lebih mudah dikenali dan kemudian didiagnosis dan diterapi.

Posting Komentar untuk "Apakah riwayat penyakit seksual bisa berdampak tidak bisa hamil ?"